Monday, May 29, 2017

Bentuk bentuk perubahan sosial

perubahan sosial senantiasa hadir dalam kehidupan manusia. perubahan baik secara cepat atau lambat akan membawa warna yang berbeda bagi kehidupan manusia. apa saja bentuk perubahan sosial dalam masyarakat ? temukan jawabanya dalam artikel ini.

1. Berdasarkan Prosesnya

A. Perubahan yang direncanakan: Perubahan yang terorganisasi. pihak yang menginginkan perubahan disebut agent of change. agent of change melakukan perencanaan terlebih dahulu untuk mewujudkan perubahan sosial dalam masyarakat. suatu perencanaan dikendalikan oleh agent of change. perubahan sosial biasanya diawali oleh perencanaan sosial

B. Perubahan Yang tidak direncanakan: perubahan yang tidak direncanakan terjadi di luar rencana atau perkiraan masyarakat. perubahan ini dapat menimbulkan dampak-dampak yang merugikan masyarakat. terkadang perubahan yang terjadi tidak diiringi perencanaan yang matang. sebagai contoh: penggunaan internet yang diharapkan untuk mempermudah penyampaian informasi, tetapi disalahgunakan untuk kegiatan negatif seperti ponografi dan plagiarisme.

2. Berdasarkan Waktunya

A. Perubahan Secara cepat: Biasa disebut revolusi, yaitu perubahan sosial yang terjadi dalam waktu singkat, cepat, dan mendasar. Disebut sebagai perubahan secara cepat dan mendasar karena perubahan ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan pranata sosial yang sulit diubah. secara sosiologis sebuah perubahan dikatakan revolusi apabila ada keinginan umum dalam masyarakat, ada pemimpin, ada tujuan yang dicapai, serta momentum

B. Perubahan secara lambat disebut evolusi. evolusi adalah perubahan yang berlangsung lama dan sering tanpa perencanaan. perubahan ini timbul dari penyesuaian-penyesuaian panjang yang dilakukan oleh masyarakat

3. Berdasarkan Dampaknya

A. Perubahan kecil: merupakan perubahan dalam lingkup semptit yang terjadi dalam masyarakat. perubahan ini berdampak pada sebagian kecil masyarakat tidak memberi pengaruh terhadap struktur sosial masyarakat secara luas. contoh perubahan kecil: model telepon seluler yang selalu berubah fitur-fiturnya.

B. Perubahan Besar: memiliki pengaruh besar terhadap struktur sosial dimasyarakat. perubahan ini langsung berdampak pada masyarakat. contoh perubahan ini adalah: modernisasi yang mengakibatkan perubahan pada lembaga sosial

Saturday, May 27, 2017

Pengertian, unsur dan ciri struktur sosial

Pengertian, unsur dan ciri struktur sosial

Secara sederhana, struktur sosial dapat diartikan sebagai keseluruhan jalinan antara unsur sosial pokok seperti kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok sosial dan lapisan sosial. berikut ini beberapa definisi struktur sosial dari para ahli:

A. Abdul Syani: melihat struktur sosial sebagai sebuah tatana sosial dalam kehidupan masyarakat. didalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara starus dan peranan sosial.

B. Talcott Parsons: berpendapat bahwa struktur sosial adalah kesalingterkaitan antara insitusi dan institusi

C. Coleman: melihat struktur sosial sebagai sebuah pola hubungan antar manusia dan kelompok manusia

D. Kornblum: menekankan konsep struktur sosial sebagai sebuah pola perilaku individu dan kelompok yaitu pola perilaku yang berulang ulang yang menciptakan hubungan antar individu antar kelompok

E. Soerjono Soekanto: melihat struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi dan peranan sosial

F. Ralph Linton: Dalam struktur Sosial dikenal dua konsep penting yaitu status dan peranan.

 Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa struktur sosial adalah sebuah tatanan sosial yang berada dimasyarakat. Didalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu sikap keteraturan perilaku dalam masyarakat.

Unsur-unsur pembentuk struktur sosial

Berdasarkan definisi yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa struktur sosial memiliki struktur sosial seperti berikut.

A. Status Sosial: Merupakan Posisi seseorang dalam kelompok. menurut Ralph Linton status diartikan sebagai sekumpulan hak dan kewajiban

B. Peranan sosial: dapat diartikan apek dinamis dari status yang dimiliki. peranan sosial berhubungan dengan tindakan apa yang harus dilakukan seseorang sesuai dengan status yang dimilikinya

C. Kelompok Sosial: merupakan sejumlah orang yang berkumpul dalam suatu himpunan dan memiliki kesadaran jenis, norma, nilai dan tujuan yang sama

D. Institusi/lembaga Sosial: Merupakan Pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial. seperti: keluarga, pendidikan, agama, ekonomi dan politik

Ciri-Ciri Struktur Sosial

A. Abstrak: Tidak dapat dilihat dan diraba. Struktur sosial disini merupakan kedudukan dari tingkatan yang tertinggi sampai terendah, berfungsi sebagai saluran kekuasaan dan pengaturan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

B. Terdapat dimensi vertikal dan horizontal
Struktur sosial pada dimensi vertikal adalah hirearki status sosial dengan segala perananya sehingga menjadi satu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. misalnya dalam sebuah desa/kelurahan terdapat struktur.

C. Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat

Artinya: proses sosial yang terjadi dalam suatu struktur sosial termasuk cepat lambatnya dipengaruhi oleh bentuk struktur sosialnya. contohnya pada masyarakat yang bersistem sosial kaku, maka akan sulit terjadi proses sosial.

D. Merupakan bagian dari tata kelakuan masyarakat

Struktur sosial berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antar individu dalam masyarakat.

E. Struktur Sosial selalu berkembang dan berubah

Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan dalam masyarakat yang mengandung dua pengertian, yaitu dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris dalam proses perubahan dan perkembangan, serta dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian stabilitas, keteraturan dan integrasi sosial yang berkesinambungan.


Friday, May 26, 2017

Macam-macam Stratifikasi sosial

Macam-macam Stratifikasi sosial

Jenis-jenis stratifikasi sosial dapat didasarkan atas, faktor-faktor ekonomi, status sosial bawaan, kebudayaan dan kekuasaan.

Stratifikasi sosial di bidang ekonomi

Stratifikasi sosial dibidang ekonomi bersifat terbuka, demokratis dan universal, serta kompetitif. seseorang yang ulet dan bekerja keras sangat berpeluang mencapai status sosial yang tinggi dibidang ekonomi. Berdasarkan kepemilikan harta masyarakat dapat dibagi menjadi tiga kelas, yaitu sebagai berikut. 

1. Kelas atas: terdiri atas kelompok-kelompok orang kaya yang dengan leluasa bisa memenuhi kebutuhan hidupnya

2. Kelas menegah: terdiri atas kelompok orang orang yang berkecukupan mampu memenuhi kebutuhan primer

3. Kelas bawah: terdiri dari orang miskin yang belum bisa memenuhi kebutuhan primer

Stratifikasi sosial atas dasar kasta

Stratifikasi berdasar kasta bersifat tertutup perpindahan antar kelas tidak bisa terjadi. stratifikasi sosial kasta didasari oleh asal usul keturunan, perbedaan kasta dan ras. Ciri-ciri sistem kasta antara lain.

1. Keanggotaan diperoleh dari warisan 
2. Berlaku seumur hidup
3. pernikahan bersifat endogami artinya harus berada pada kasta yang sama
4. Hubungan dengan kelompok sosial lain terbatas
5. Punya Kesadaran terhadap suatu anggota tertentu
6. kasta bersifat mengikat
7. Prestise suatu kasta benar benar dijaga
8. Kasta yang rendah merupakan bagian kasta yang lebih tinggi

Stratifikasi sosial berdasar kekuasaan

Dalam masyarakat formal terdapat organisasi resmi yang rapi yang disebut dengan sistem birokrasi. tujuanya untuk menjalankan pemerintahan dan administrasi negara. stratifikasi kekuasaan menurut mac iver terbagi menjadi tiga yaitu: 

1. Tipe Kasta: sistem pelapisan sosial dengan garis pemisah yang tegas. berlaku pada masyarakat yang menganut sistem kasta. sistem kasta tidak menghendaki terjadinya mobilitas sosial

2. Tipe Oligarkis: berlaku pada masyarakat feodal yang sudah berkembang dengan sistem pemerintahan monarki parlementer

3. Tipe Demokratis: berlaku pada masyarakat yang sudah maju berpola pikir rasional dan terbuka

Thursday, May 25, 2017

Pengertian, Faktor dan Unsur stratifikasi sosial

Pengertian, Faktor, dan Unsur stratifikasi sosial

1. Pengeritian stratifikasi sosial

Stratifikasi Sosial adalah perbedaan-perbedaan status dan peranan sosial masyarakat yang bersifat bertingkat-tingkat. Berikut ini adalah pengertian stratifikasi yang dijabarkan berbagai kelompok.

A. Pitirim A.Sorokin: pembedaan penduduk ke dalam kelas-kelas yang bertingkat. perwujudanya adalah adanya kelas tinggi dan kelas rendah

B. Max Weber: penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan hirearki menurut dimensi kekuasaan, hak istiewa dan prestise

C. Cuber: Suatu pola penempatan kategori kelas sosial berdasarkan hak-hak yang berbeda.

D. Selo dan Soeleman Soemardjan: Selama dimasyarakat ada sesuatu yang dihargai pelapisan sosial akan terjadi.

2. Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial

A. Jenjang pendidikan atau jabatan formal yang ada di perguruan tinggi
B. Pangkat yang belaku di kalangan militer 
C. Asal usul keturunan pada masyarakat feodal
D. Ras atau suku bangsa pada masa kolonial
E. Perbedaan Kasta 
F. Perbedaan Gender

3. Fungsi Stratifikasi Sosial

A. Alat untuk pembagian prestise atau tugas dan wewenang serta hak yang berbeda dalam setiap strata

B. Untuk menyusun, mengawasi dan mengatur Interaksi sosial yang ada didalam masyarakat.

C. Sebagai sarana untuk mempersatukan kelompok dan lapisan sosial yang ada dengan mengordinasikan unit-unit sosial yang ada dalam struktur sosial

D. Sebagai sarana untuk mengkategorikan manusia dalam strata-strata yang berbeda untuk memudahkan proses komunikasi, interaksi dan sosialisai

E. Pendorong Motivasi dan Inspirasi bagi warga masyarakat untuk bekerja keras.

4. Dasar Stratifikasi Sosial dalam masyarakat

A. Kekayaan: Seseorang yang memiliki kekayaan yang banyak akan diletakan pada lapisan sosial atas. Kekayaan bisa berupa rumah, uang, aset dan sebagainya

B. Kekuasaan: Seseorang yang memiliki jabatan tinggi mempunyai kekuasaan yang besar. seperti seorang presiden yang menjadi pemimpin rakyat negaranya

C. Kehormatan: Orang yang paling disegani mendapat tempat yang prestise dalam masyarakat. biasaya ditemui pada masyarakat tradisional.

D. Pendidikan: Dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan seseorang yang menempuh pendidikan yang tinggi akan mendapat tempat sendiri dalam masyarakat

5. Unsur unsur Stratifikasi sosial

A. Kedudukan: posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. status menunjukan hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. berikut ini adalah cara untuk memperoleh kedudukan dalam masyarakat:

1. Ascribed Status: Kedudukan yang diperoleh otomatis tanpa usaha. contohnya: pemberian gelar bangsawan dari kerajaan.

2. Achieved Status: kedudukan yang diperoleh dengan usaha. contohnya: seorang dokter, guru, polisi dan sebagainya.

3. Assigned Status: kedudukan yang diperoleh dari usaha dan status yang diperoleh secara otomatis. contohnya: pemberian gelar pahlawan atau murid teladan


Wednesday, May 24, 2017

3 bentuk interaksi sosial disosiatif

3 bentuk interaksi sosial disosiatif

Interaksi Sosial Disosiatif mengarah pada perpecahan yang tidak dapat dihindari karena berperan penting dalam proses dinamika masyarakat. Proses Disosiatif menunjukan kehidupan masyarakat yang dinamis. berikut ini adalah 3 bentuk Interaksi sosial disosiatif.

1. Kompetisi

Kompetisi adalah proses sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mencari keuntungan melalui bidang bidang tertentu. Kompetisi adalah bentuk perjuangan untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat terbatas. kompetisi dibagi menjadi dua yaitu kompetisi personal dan kompetisi impersonal. kompetisi personal dilakukan secara pribadi sementara dilakukan tanpa adanya pertimbangan pribadi. Kompetisi yang sehat mengarahkan orang untuk berprestasi diberbagai bidang kehidupan. persaingan dapat menimbulkan dampak positif dan negatif seperti berikut.

Dampak Positif Kompetisi

A. Media penyaluran aspirasi masyarakat
B. Merealisasikan keinginan untuk mencapai prestise yang terbatas
C. Menjadi sarana seleksi penempatan kedudukan tertentu
D. Menentukan Sistem Pembagian Kerja

Sementara damapak negatif kompetisi adalah bisa menimbulkan Konflik dan Disorganisasi Sosial.

2. Konflik 

Konflik adalah Proses sosial Ketika seseorang atau kelompok menentang pihak lain disertai dengan ancaman, pemaksaan agar tujuanya terwujud

Secara umum konflik terjadi karena hal berikut:

A. Perbedaan watak, Prinsip atau pandangan hidup
B. Perbedaan budaya yang mengarah kepada etnosentrisme
C. Perbedaan Kepentingan, Ideologi dan tujuan
D. Kesenjangan sosial
E. Adanya perubahan sosial

Jenis jenis konflik terbagi dalam jenis berikut:

A. Konflik Destruktif: muncul perasaan tidak senang kepada orang lain.
B. konflik Konstruktif: muncul karena perbedaan pendapat dari beberapa kelompok
C. Konflik Vertikal: Terjadi dalam masyarakat dengan struktur sosial hirearkis
D. Konflik Horizontal: terjadi pada individu atau kelompok yang berkedudukan sama
E. Konflik terbuka: Konflik yang diketahui banyak orang
F. Konflik tertutup: Hanya Diketahui pihak pihak tertentu
G. Konflik antar individu: Terjadi karena beda pendapat, gagasan, atau kepentingan
H. Konflik Antar Kelompok: Terjadi akibat pertentangan satu kelompok dengan kelompok lain
I. Konflik Inter Individu: Terjadi akibat beban yang terlalu berlebih atau peran ganda

Dampak Positif Konflik 

A. Meningkatkan Solidaritas antar kelompok 
B. Mendorong Kekuatan Pribadi atau kelompok untuk menghadapi konflik
C. Munculnya Perubahan Norma karena dianggap sudah tak dapat mengatur dapat mengatur perkembangan
D. Munculnya Kesadaran untuk Mengakhiri Konflik

Dampak Negatif Konflik

A. Menimbulkan perpecahan individu atau kelompok
B. Rusaknya Sarana atau Prasarana umum
C. Meningkatkan Keresahan Masyarakat
D. Lumpuhnya Perekonomian
E. Hancurnya harta dan jiwa

3 Kontravensi

Kontravensi Berasal dari bahasa latin Conta dan Venire Yang berarti menghalangi atau menentang. Dengan demikian Kontravensi memiliki arti Usaha untuk menghalangi tujuan lawan. Kontravensi bisa berbentuk Intimidasi, gangguan, fitnah atau provokasi. Kontravensi muncul sebagi indikator perkembangan masyarakat. Kontravensi yang terjadi dikalangan muda diakibatkan oleh pendidikan atau budaya yang berbeda. perbedaan pola pendidikan pada masyarakat tradisional dan perkotaan membentuk cara pandang berfikir yang berbeda yang akhirnya berujung pada kontravensi.

5 Bentuk interaksi sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial Asosiatif 

     Interaksi Sosial membentuk timbal balik yang menjadi pembentuk proses sosial. proses sosial merupakan kegiatan antar interaksi sosial yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu sehingga menunjukan pola perulangan dalam hubungan masyarakat. interaksi sosial dapat dibagi menjadi dua yaitu Asosiatif dan disosiatif

Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi yang mengarah pada bentuk kerjasama agar tercipta sebuah persatuan yang membuat tujuan cepat tercapai.

Kerjasama { Koperasi } : Berasal dari bahasa latin Co yang berarti bersama sama dan Operani yang berarti bekerja. koperasi merujuk pada usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan. kerjasama terjadi pada semua ruang lingkup masyarakat. Berbagai bentuk kerjasama antara lain:

A. Tawar Menawar atau Bargaining: Bentuk Perjanjian penukaran barang atau jasa antara dua pihak atau lebih

B. Kooptasi: Kerjasama untuk menyepakati penunjukan pemimpin dalam sebuah kelompok

C. Koalisi: Kerjasama antar organisasi politik untuk mencapai tujuan yang sama

D. Join venture: Kerjasama dua badan usaha atau lebih untuk mencapai keuntungan

Akomodasi: Interaksi Sosial yang bertujuan untuk menghilangkan pertentangan antara dua pihak yang saling bermusuhan. akomodasi berhubungan dengan pengendalian sosial, hal tersebut dikarenakan kelompok-kelompok tertentu diharuskan membentuk pola kerjasama meskipun diantara memiliki paham berbeda. proses akomodasi berpengaruh tehadap sikap seseorang dalam menghadapi konflik. contoh akomodasi antara lain:

A. Koersi: Bentuk akomodasi yang dilakukan dengan paksaan sehingga salah satu pihak menjadi terdesak

B. Kompromi: Usaha untuk mengurangi tuntutan masing masing kelompok

C. Arbitrasi: Usaha meredakan konflik dengan bantuan pihak ketiga yang menjadi pemutus perkara

D. Mediasi: Usaha meredakan konflik dengan bantuan pihak ketiga yang bersifat netral

E. Konsoliasi: Usaha mempertemukan keinginan kedua belah pihak yang berselisih agar tercipta penyeslesaian masalah

F. Toleransi: Sikap saling menghormati perbedaan yang ada

G. Stalemete: Keadaan ditandai adanya dua kekuatan yang saling seimbang dan keduanya berhenti pada suatu titik tertentu

H. Ajudikasi: Penyeselesaian masalah melalui pengadilan

Asimilasi: Proses peleburan dua kebudayaan atau lebih yang menjadikanya budaya baru yang dimiliki oleh bersama. proses asimilasi menghilangkan unsur unsur perbedaan antar budaya sehingga menjadi sebuah kebudayaan baru yang diterima masyarakat

Amalgamasi: Meleburnya dua kelompok menjadi satu dan menjadikanya sesuatu yang baru. amalgamasi mempertegas hilangnya perbedaan dalam masyarakat. proses amalgamasi menghilangkan perpecahan yang ada di masyarakat

Akulturasi: Pertemuan dua budaya atau lebih tanpa menghilangkan ciri khas budaya masing masing.



Monday, May 22, 2017

Syarat, Ciri, sifat dan faktor interaksi sosial

 Syarat, Ciri, sifat dan faktor  interaksi sosial

  
 

 Interaksi Sosial adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antar kelompok. interkasi sosial dibedakan menjadi dua yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Asosiatif menandakan hubungan kerjasma sementara Disosiatif menandakan adanya persaingan. interaksi sosial terjadi didasarkan oleh nilai dan norma yang ada di masyarakat

Syarat Interaksi Sosial

A. Kontak Sosial
     
     Kontak Sosial Terjadi ketika dua individu atau lebih saling berhubungan baik secara lansung { primer } atau tidak langsung { Sekunder }. terjadinya kontak sosial tidak hanya bergantung dari tindakan seseorang tetapi juga berdasarkan respons seseorang terhadap tindakan.

B. Komunikasi

     Komunikasi adalah proses pengiriman pesan antara dua orang atau lebih agar tercipta pemahaman terhadap pesan yang diutarakan. Tujuan terpenting dari komunikasi adalah munculnya penafsiran terhadap pesan yang disampaikan.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

A. Dibangun Oleh dua orang atau lebih
B. Digunakanya Simbol dalam sebuah Komunikasi
C. Adanya Tujuan yang Ingin Dicapai
D. Terdapat Dimensi waktu Masa Lampu, Masa Kini dan Masa Depan

Sifat Interaksi Sosial

A. Aksidental: Interaksi berlangsung spontan tidak ada perencanaan sebelumnya
B. Berulang: Interaksi Dilakukan secara berulang ulang
C. Teratur: Interaksi Dibangun dengan pola yang sama
D. Disengaja: Interaksi yang dilakukan atas dasar kesengajaan
E. Respirokal: Interaksi terdapat hubungan timbal balik antara dua perilaku atau lebih 

Faktor Interaksi Sosial

A. Imitasi: Kecenderungan Sikap seseorang untuk meniru, menyerupai atau menyamai secara berlebihan penampilan seseorang

B. Identifikasi: Kecenderungan Sikap seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain tidak hanya dari tampilan fisik tapi hingga pandangan hidup.

C. Simpati: Perasaan tertarik terhadap seseorang

D. Empati: Perasaan seseorang yang merasa dirinya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dialami oleh orang lain

E. Sugesti: Pandangan, keyakinan dari seseorang yang diterima tanpa dipikir ulang

F. Motivasi: Dorongan yang Muncul dari dalam Diri seseorang

Konsep, ciri, dan objek kajian sosiologi

Pengertian Sosiologi

     Sosiologi terbentuk dari dua kata latin socius dan logos. socious berarti teman atau masyarakat, logos berarti ilmu. dapat disimpulkan pengertian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sosial masyarakat melalui interaksi sosial yang terjadi di berbagai bidang. ilmu sosiologi mengarahkan manusia untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan peran yang diemban { Das Sollen } selain itu sosiologi juga mengkaji, mempelajari, dan mengiplementasikan fakta sosial yang berada didalam masyarakat { Das Sein }

Ciri ciri Ilmu Sosiologi

     Sosiologi merupakan salah satu ilmu murni yang diperlukan untuk pengembangan masyarakat. Didalam ilmu sosiologi terdapat ciri khusus yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan.

1. Empiris
     Sosiologi sebagai ilmu didasarkan dari penelitian berdasar pada kenyataan dilapangan disusun dengan akal sehat tidak bersifat spekulatif dan tidak didasari oleh wahyu

2. Teoritis
     Ilmu sosiologi Didasari oleh hasil abstraksi atau kesimpulan logis dan menunjukan gejala sebab akibat yang akhirnya menjadi sebuah teori

3. Kumulatif 
     Ilmu sosiologi bersifat fleksibel teori yang ada didalamya bisa berubah, hilang, bertambah atau dikuatkan. tentunya dinamika yang ada didalamnya telah dibuktikan kebenaranya melalui penelitian

4. Nonetis
     Sosiolgi tidak menilai tentang tindakan baik atau buruk, sosiologi hanya berperan sebagai penjelas fakta yang ada dilapangan

Hakikat Ilmu Sosiologi

1. Sosiologi merupakan ilmu sosial yang didasari dari hubungan fakta, gejala dan ilmu pengetahuan sosial.

2. Sosiologi bukan ilmu normatif tetapi termasuk disiplin ilmu kategoris. pembahasan sosiologi terbatas pada kondisi sosial yang terjadi dan tidak membahas mengenai apa yang seharusnya terjadi

3. Sosiologi bertujuan untuk membuat definisi dan pola umum yang didapat dari peraturan, nilai dan norma     yang ada dimasyarakat

4. Sosiologi mempunyai ciri empiris dan rasional.

Objek Studi Sosiologi

Objek studi sosiologi dibagi menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal. pada sudut pandang material objek sosiologi adalah individu dan kehidupan masyarakat sementara dari sudut pandang formal objek sosiologi adalah hubungan dan proses sosial yang ada dimasyarakat

1. Masyarakat
   
     Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mendiami suatu tempat dalam jangka waktu tertentu hingga tercipta didalamnya konsensus bersama. hubungan dalam masyarakat saling mempengaruhi satu sama lain. perkembangan kelompok masyarakat dibagi menjadi dua yaitu paguyuban dan patembayan. paguyuban adalah masyarakat yang biasanya menempati daerah desa sementara patembayan adalah masayarakat yang ada di kota.

2. Hubungan Sosial

     Hubungan sosial adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok sampai terciptanya sebuah interaksi sosial. hubungan sosial didasari oleh kepentingan individu atau kelompok. interaksi sosial merupakan kunci penting terciptanya hubungan sosial. hubungan sosial dapat bersifat asosiatif atau disosiatif.