Wednesday, May 24, 2017

3 bentuk interaksi sosial disosiatif

3 bentuk interaksi sosial disosiatif

Interaksi Sosial Disosiatif mengarah pada perpecahan yang tidak dapat dihindari karena berperan penting dalam proses dinamika masyarakat. Proses Disosiatif menunjukan kehidupan masyarakat yang dinamis. berikut ini adalah 3 bentuk Interaksi sosial disosiatif.

1. Kompetisi

Kompetisi adalah proses sosial yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mencari keuntungan melalui bidang bidang tertentu. Kompetisi adalah bentuk perjuangan untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat terbatas. kompetisi dibagi menjadi dua yaitu kompetisi personal dan kompetisi impersonal. kompetisi personal dilakukan secara pribadi sementara dilakukan tanpa adanya pertimbangan pribadi. Kompetisi yang sehat mengarahkan orang untuk berprestasi diberbagai bidang kehidupan. persaingan dapat menimbulkan dampak positif dan negatif seperti berikut.

Dampak Positif Kompetisi

A. Media penyaluran aspirasi masyarakat
B. Merealisasikan keinginan untuk mencapai prestise yang terbatas
C. Menjadi sarana seleksi penempatan kedudukan tertentu
D. Menentukan Sistem Pembagian Kerja

Sementara damapak negatif kompetisi adalah bisa menimbulkan Konflik dan Disorganisasi Sosial.

2. Konflik 

Konflik adalah Proses sosial Ketika seseorang atau kelompok menentang pihak lain disertai dengan ancaman, pemaksaan agar tujuanya terwujud

Secara umum konflik terjadi karena hal berikut:

A. Perbedaan watak, Prinsip atau pandangan hidup
B. Perbedaan budaya yang mengarah kepada etnosentrisme
C. Perbedaan Kepentingan, Ideologi dan tujuan
D. Kesenjangan sosial
E. Adanya perubahan sosial

Jenis jenis konflik terbagi dalam jenis berikut:

A. Konflik Destruktif: muncul perasaan tidak senang kepada orang lain.
B. konflik Konstruktif: muncul karena perbedaan pendapat dari beberapa kelompok
C. Konflik Vertikal: Terjadi dalam masyarakat dengan struktur sosial hirearkis
D. Konflik Horizontal: terjadi pada individu atau kelompok yang berkedudukan sama
E. Konflik terbuka: Konflik yang diketahui banyak orang
F. Konflik tertutup: Hanya Diketahui pihak pihak tertentu
G. Konflik antar individu: Terjadi karena beda pendapat, gagasan, atau kepentingan
H. Konflik Antar Kelompok: Terjadi akibat pertentangan satu kelompok dengan kelompok lain
I. Konflik Inter Individu: Terjadi akibat beban yang terlalu berlebih atau peran ganda

Dampak Positif Konflik 

A. Meningkatkan Solidaritas antar kelompok 
B. Mendorong Kekuatan Pribadi atau kelompok untuk menghadapi konflik
C. Munculnya Perubahan Norma karena dianggap sudah tak dapat mengatur dapat mengatur perkembangan
D. Munculnya Kesadaran untuk Mengakhiri Konflik

Dampak Negatif Konflik

A. Menimbulkan perpecahan individu atau kelompok
B. Rusaknya Sarana atau Prasarana umum
C. Meningkatkan Keresahan Masyarakat
D. Lumpuhnya Perekonomian
E. Hancurnya harta dan jiwa

3 Kontravensi

Kontravensi Berasal dari bahasa latin Conta dan Venire Yang berarti menghalangi atau menentang. Dengan demikian Kontravensi memiliki arti Usaha untuk menghalangi tujuan lawan. Kontravensi bisa berbentuk Intimidasi, gangguan, fitnah atau provokasi. Kontravensi muncul sebagi indikator perkembangan masyarakat. Kontravensi yang terjadi dikalangan muda diakibatkan oleh pendidikan atau budaya yang berbeda. perbedaan pola pendidikan pada masyarakat tradisional dan perkotaan membentuk cara pandang berfikir yang berbeda yang akhirnya berujung pada kontravensi.